Pengumuman
  • Register

Rumah Bahasa dan Sastra Balai Bahasa DIY bekerjasama dengan HISKI Komisariat Balai Bahasa DIY mengadakan diskusi buku sastra pada tanggal 17 Juli 2018 pukul 13.00—16.00. Buku yang akan didiskusikan ialah buku kumpulan cerita pendek pemenang penghargaan bahasa dan sastra tahun 2017 yang diadakan oleh Balai Bahasa DIY. Buku tersebut berjudul Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon? dan Kisah-Kisah Pilihan karya Eko Triono. Diskusi ini akan melibatkan dua narasumber yaitu penulis buku dan juri pada saat penghargaan, yaitu Eko Triono dan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti. 

Mengapa buku kumpulan cerpen ini bisa menang? Dari segi struktur, teknik, gaya bahasa, pilihan kata, imajinasi, atau hal apa? Dibandingkan dengan buku-buku lain atau cerita-cerita lain, apa keistimewaan buku kumpulan cerpen ini? Selanjutnya, bagaimana proses kreatif pengarang/penulis sampai bisa menghasilkan karya seperti itu? Itulah hal-hal yang akan menjadi topik perbincangan bedah buku kali ini dengan moderator Dr. Ratun Untoro, M.Hum. Sebagai moderator, Untoro mengatakan bahwa cerita-cerita pendek yang terdapat dalam buku ini mempunyai struktur yang tidak biasa. Sebenarnya secara awam bias disebut sebagai cerita berbingkai. Namun, kisah dalam kisah yang ada dalam cerpen tersebut tergulung dalam sebuah jalinan kait-mengait yang perlu dicermati secara pelan-pelan oleh pembacanya. Jika ada pendapat bahwa salah satu ciri cerita pendek ialah habis dibaca dalam sekali duduk, Untoro yakin bahwa cerita-cerita pendek karya Eko Triono ini tidak akan pernah bias dipahami dalam waktu sekali duduk. Pembaca harus mengulang dua tiga kali agar bias memahami maksud dan jalan cerita. Eko Triono sangat sadar dengan pilihan kata yang harus dieratkan dengan alur cerita dan jatuhnya cerita. Demikian rumit dan pelik cerita-cerita pendek dalam buku ini sehingga menarik untuk diperbincangkan.

Selain itu, setelah diskusi buku selesai, Lembaga Sensor Film Pusat, Jakarta juga akan hadir memberi sosialisasi budaya sensor mandiri. Hal ini penting bagi masyarakat mengingat mudahnya peredaran film melalui berbagai media yang kadang lepas atau luput dari saringan Lembaga Sensor Film.
Kedua kegiatan ini dibuka untuk umum tanpa pungutan biaya dan bersertifikat bagi yang memerlukan. Namun, panitia hanya menyediakan kuota 100 orang sehingga sebaiknya para peserta terlebih dahulu mendaftar kepada panitia.


Narahubung: Wuroidatil Hamro (081578728070)

 

02922108
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
499
389
2473
392440
7601
11897
2922108
Your IP: 54.92.163.105
2018-10-19 22:36