Beranda
  • Register

Regulasi

Produk

Pengumuman

Organisasi

Pedoman & Acuan

Laporan

Rencana & Program

Standar Layanan

Tokoh

YOGYAKARTA, balaibahasa.org - Dalam rangka memberi apresiasi dan meningkatkan kreativitas serta penghargaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia, buku-buku sastra, dan para pegiat bahasa dan sastra, Balai Bahasa DIY pada tahun 2017 ini kembali mengadakan kegiatan Penghargaan Bahasa dan Sastra. Menurut penjelasan ketua panitia, Ratun Untoro, M.Hum, pada tahun 2017 terdapat tiga kategori penghargaan, yakni Penghargaan Bahasa, Penghargaan Sastra, dan Penghargaan Tokoh. Penghargaan Bahasa akan diberikan kepada (1) penggunaan bahasa Indonesia dalam tata naskah dinas di SLTA dan (2) penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik perguruan tinggi negeri dan swasta. Penghargaan Sastra akan diberikan kepada (1) buku sastra serius, (2) buku sastra anak, dan

(3) buku sastra Jawa. Penghargaan Tokoh akan diberikan kepada (1) tokoh penggerak sastra Indonesia dan (2) tokoh penggerak bahasa dan sastra Jawa.
Maksud diadakannya kegiatan ini ialah  membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berbahasa Indonesia dalam penulisan tata naskah dinas dan pemakaian bahasa Indonesia media luar ruang, (2) menumbuhkan sikap bangga terhadap bahasa Indonesia. Penghargaan sastra dimaksudkan agar dapat (1) meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap buku-buku sastra yang terbit di DIY, (2) memberikan apresiasi terhadap karya sastra baik sastra serius, sastra anak, maupun sastra Jawa yang terbit di DIY. Penghargaan terhadap tokoh-tokoh dimaksudkan agar dapat (1) meningkatkan gairah para penggerak sastra Indonesia dan bahasa dan sastra Jawa, (2) meningkatkan kualitas dan kuantitas agen-agen pengembang dan pelestari bahasa dan sastra Indonesia dan Jawa.
Selain itu, tujuan dilaksanakannya kegiatan penghargaan bahasa adalah (1) menumbuhkan kesadaran terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan (2) dikenalnya secara luas pengguna bahasa Indonesia yang baik dan benar di DIY. Tujuan penghargaan sastra adalah (1) menumbuhkan apresiasi sastra Indonesia di DIY, dan (2) dikenalnya secara lebih luas karya sastra Indonesia dan Jawa terbaik di DIY. Brosur dapat diunduh pada di sini

Galeri

Tautan

02672413
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
532
504
532
140713
24244
23180
2672413
Your IP: 54.196.72.162
2017-10-22 13:16

Grafik Pengguna Layanan Balai Bahasa DIY Tahun 2017

 Pengunjung Perpustakaan

Peserta UKBI

Layanan Konsultasi

Tentang Balai Bahasa DIY

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka. Setelah merdeka, pemerintah memandang perlu untuk mendirikan sebuah lembaga yang bertugas menangani masalah bahasa. Oleh karena itu, pada Juni 1947, dibentuk Panitia Pekerja Bahasa Indonesia, diketuai K.R.T. Amin Singgih. Namun, akibat peristiwa politik saat itu, Panitia Pekerja Bahasa Indonesia tidak segera dapat bekerja karena pusat pemerintahan berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Setelah pusat pemerintahan berada di Yogyakarta, panitia tersebut mulai bekerja dan pada Februari 1948 berhasil membentuk sebuah lembaga bernama Balai Bahasa.  Selengkapnya