Tokoh
  • Register

Endang Susanti dilahirkan di Kepek I Gang Soka Kepek Gunung Kidul, Yogyakarta, tanggal 24  April 1970. Ia mengikuti kuliah di FPBS IKIP Yogyakarta (sekarang UNY). Ia pernah menjadi redaktur majalah Dimensi IKIP Yogyakarta. Namanya melejit di jagad sastra ketika Indonesia mengalami krisis penulis perempuan. Ia sebelumnya bergabung dengan teater Unstrat IKIP Negeri Yogyakarta  (sekarang UNY) dan sampai akhirnya secara serius menekuni dunia kepenulisan (puisi dan cerpen). Sajak-sajaknya banyak dimuat dalam antologi bersama, seperti Resital (1989), Terminal (1990), Risang Pawesti (1991), Aku Ini (1991), Ambang (1992), Lirik-lirik Kemenangan (1994), Fasisme (1996), Gerbong (1998), Rumah Tanpa Nomor (1998), Tamansari (1998), dan Wasi (1999).

Aktivitas menulis karya sastra dimulai sejak SMA. Banyak penghargaan yang telah ia raih, diantaranya, juara 2 Lomba Penulisan Cerpen Nasional Tahun 1990 dan juara 2 Lomba Penulisan Puisi Hutan dan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Yayasan Eboni  (1991). Bakat dan potensi sastra di dalam dirinya semakin terasah saat kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta dan bergabung dengan Sanggar Mitra Lyrika, serta belajar pada Emha Ainun Nadjib maupun Iman Budhi Santosa. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan antara lain; Metafora  (Jendela, 2005), Antologi Cerpen Nobel  (karya terjemahan, 2004), Dian Sastro for Presiden (2005). Salah satu cerpennya berjudul “Serenada” masuk dalam antologi bersama Perempuan Bermulut Api (2009), dan “Euphoria” (Bernas, 27 Desember 1998). Prestasi lainnya adalah menjadi duta seni Banjarmasin Festival tahun 2003. Selain menjadi guru, saat ini ia aktif menjadi pengurus Dewan Kebudayaan Gunung Kidul.

02913148
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
358
425
1395
384880
10538
16434
2913148
Your IP: 54.162.159.33
2018-09-26 14:29