Tokoh
  • Register

Abidah El Khalieqydikenal  sebagai penyair, novelis, dan cerpenis, tinggal di kota budaya (Yogyakarta)—dilahirkan di Jombang, Jawa Timur, 1 Maret 1965. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN). Setamat dari Madrasah Ibtidaiyah, ia melanjutkan sekolah ke Pesantren Putri Modern PERSIS, Bangil, Pasuruan. Di Pesantren itu, ia mulai belajar menulis puisi dan cerpen dengan menggunakan nama samaran Idasmara Prameswari, Ida Arek Ronopati, atau Ida Bani Kadir.

Abidah memperoleh ijazah persamaan dari Madrasah Aliyah Muhammadiyah Klaten. Bakatnya menulis dibuktikan dengan menjadi juara Lomba Penulisan Puisi Remaja Se-Jawa Tengah (1984). Ia aktif dalam Forum Pengadilan Puisi Yogyakarta (1987-1988), Kelompok Diskusi Perempuan Internasional (KDPI) Yogyakarta (1988-1989), dan menjadi peserta dalam pertemuan APWLD (Asia Pasific Forum on Women,  Law And Development) 1988.

Karya-karya Abidah berupa puisi, novel, dan cerpen dipublikasikan di berbagai media masa lokal maupun nasional, diantaranya, The Jakarta Post, Jurnal Ulumul Quran, Majalah Horizon, Republika, Media Indonesia, Suara Merdeka,

Kedaulatan Rakyat, Jawa Post, dan lain-lain, serta dikumpulkan dalam berbagai buku antologi (bersama), seperti: Kitab Sastra Indonesia, Angkatan Sastra 2000, Wanita Pengarang Indonesia, ASEANO: An Antologi of Poems Shoustheast Asia, Album Cyber Indonesia (Australia), Selendang Pelangi (antologi perempuan penyair Indonesia), Para Pembisik, Dokumen Jibril (antologi cerpen), Nyanyian Cinta (antologi cerpen santri pilihan), Mikraj Odyssey (antologi cerpen), dan lain-lain. Selain itu, sejumlah puisi dan cerpennya juga terpublikasikan dalam beberapa antologi bersama: Sembilu, Pagelaran, Embun Tajjali, Ambang dan Perempuan Bermulut Api (2009).

Di samping memiliki kemampuan menulis, Abidah juga bisa membaca puisi dengan baik. Ia membacakan karya-karyanya (puisi) di Taman Ismail Marzuki (1994 dan 2000), di sekretariat ASEAN (1998), di Konferensi Perempuan Islam Se Asia-Fasifik dan Timur Tengah (1999), dan dalam acara  Internasional Literary Biennale (2007). Mewakili Indonesia dalam ASEAN Writers Conferenc/Workshop Poetry di Manila, Philipina (1995), menjadi pendamping dalam Bengkel Kerja Penulisan Kreatif MASTERA (Majlis Sastra Asia Tenggara, 1997),  mengikuti Program SBSB (Sastrawan Bicara Siswa Bertanya) di berbagai SMU di kota besar Indonesia (2000-2005) yang diprakarsai oleh Taufik Ismail, menjadi pemakalah dalam Pertemuan Sastrawan Melayu-Nusantara (2005), dan mengikuti  Dialog tentang Sastra, Agama  dan Perempuan bersama Camillia Gibs di Kedutaan Kanada (2007).

Penghargaan yang pernah ia peroleh, di antaranya Penghargaan Seni dari Pemerintah DIY (1998), pemenang Lomba Penulisan Novel yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2003), dan dinobatkan sebagai salah satu tokoh muda “Anak Zaman Menerobos Batas” versi Majalah Syir’ah  (2004).

Buku-bukunya yang sudah terbit, di antaranya, berupa novel, berjudul Ibuku Laut Berkobar (1987),  Menari di Atas Gunting (2001),  Atas Singgasana (2002), Genijora (2004), Mahabbah Rindu (2007), dan Nirzona (2008); berupa antologi cerpen dalam bentuk draft, berjudul Jalan Ke Sorga (2007) dan The Heavens Gulf  (2008). Selain itu, beberapa cerpennya yang telah dipublikasikan di  beberapa harian, seperti Bernas, di antaranya berjudul ”Shappire Pengembara” (10 Mei 1998), dan ”Andainya Aku” (6 Desember 1998); Suara Merdeka, di antaranya berjudul ”Putri Sang Pemimpi” (23 Januari 2011), ”Penjagal Kota Tua” (18 September 2006); Jawa Pos, di antaranya berjudul ”Kamar Dua Belas” (1 April 2012), ”Menunggu Kapak Ibrahim” (29 Januari 2012).

02942906
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
133
341
2409
413495
4985
10847
2942906
Your IP: 34.228.41.66
2018-12-15 03:12